Sekilas - Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

View previous topic View next topic Go down

Sekilas - Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Post by Admin on 8/28/2009, 11:30 am

http://health.yahoo.com/nervous-overview/carpal-tunnel-syndrome-topic-overview/healthwise--hw213311.html

Apa itu Carpal Tunnel :
Tekanan pada saraf medianus (median nerve), gampangnya adalah saraf kejepit karena Over practice dan menggunakan mouse secara terus-menerus yang mengakibatkan pembengkakan pada pergelangan tangan dan akan menjadi jadi carpal tunnel syndrome..

Ada berbagai macam penyebab CTS, salah satu disebutkan karena pergerakan tangan dan pergelangan tangan yang berulang ulang yang menyebabkan pembengkakan tendon.

Bagaimana gejala CTS :
1. Lengan terasa agak kaku, bertambah lemah, dan merasa tidak nyaman di tangan dan pergelangan tangan.

2. Jari2 terasa mati rasa atau kesemutan terutama pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Apabila tidak mendapat perhatian secara khusus, lambat laun kekuatan otot akan semakain melemah dan akan kehilangan fungsi.

3. Orang yang terkena CTS sering terbangun di malam hari karena merasa nyeri dan sering disertai kesemutan pada tangan. Pada tingkatan yang lebih parah, benda-benda yang sedang dipegang bisa terlepas begitu saja.

Ada teman saya dulu sampai harus istirahat main drum gara2 CTS, biasanya tangan yang dominan akan lebih gampang kena CTS.

Ini nasehat dan pengalaman yang penting buat kita semua pemusik, terutama para Drummer, rajin latihan perlu sekali, tetapi jangan menyiksa lengan kita.

1. Lakukan pemanasan setiap kali latihan, lakukan dengan disiplin.
2. Warming up sticking lakukan dengan speed yang bertahap, jangan cepat2 dulu, saat lengan berasa lebih nyaman dan rileks baru tingkatkan speed.
Speed memang masalah utama, semua maunya speed up, biar kaya org jago katanya, speed akan menjadi mubazir saat kita menderita CTS, so speed up bertahap, itu kuncinya.
3. Instead of speed up dengan single stroke pattern, coba warming up dengan rudiment, salah satu favorite saya adalah paradidle.
Contoh warming up yg sering saya lakukan:
1. Single stroke, speed up bertahap dengan accent di down beat (1-2-3-4), accent di upbeat (semua AND), accent di semua "e" (1/16).
2. Double stroke, speed up bertahap, dari movement dengan wrist hingga wrist nya nyaman pada speed tertentu, kemudian secara otomatis berpindah ke finger pada speed tertentu.
3. Single paradidle dengan accent pada downbeat, ini akan membantu lengan lebih rileks pada setiap didle. Single paradidle di kombinasikan dengan double paradidle sangat bagus untuk develop feel (bukan fill in) terutama undertow karena single paradidle fit dalam setiap ketuk downbeat 1/16 sedang kan double paradidle 1,5 ketuk downbeat menciptakan awareness downbeat nya ada dimana.
4. Ini semua dilakukan dengan tempo yg sangat lambat pada awal pemanasan, dan ditingkatkan segera lengan terasa nyaman pada speed tertentu sehingga otomatis kontrol stick jg meningkat yang pada akhirnya mendorong speed secara keseluruhan.
5. Bila memungkinkan (biasanya sangat mungkin bila kita datang lebih awal dari para pemain lain) latihan koordinasi.
Akhir2 ini saya lagi "jatuh cinta" dengan pola triplet 1/16 (Ralda pasti tau karna dia juga lagi berjuang mendalami latihan ini). latihan ini secara gampang begini : dimulai dari triplet 2RF (2 di kaki kanan) dan 1LF (satu dikaki kiri, bs hihat atau dbl pedal, kl kaki kiri di hihat, feel rhythm nya sangat menawan !!!), tangan membuat layer sendiri dengan warming up no 1-3, saya pribadi suka menambahkan triplet accent (wuiihh feel rhythm nya nikmat bila digabung antara layer di kaki dan tangan !!!), setelah nyaman dengan triplet accent, saatnya shifting ke 1/16 tinggal deploy pattern single paradidle, atau straight 1/16 accent di downbeat (disini saya sering cross LF antara hihat dan pedal yg kiri, jadi pattern double pedal nya triplet 1/16.....kompleks ya...tanyakan Ralda yg lagi blajar shifting triplet walaupun kaki kanannya baru blajar di downbeat...sabar ralda latihannya akan ditingkatkan sampai triplet juga di layer kaki...hehehe)

CTS juga bisa timbul pada mereka selain pemain drum, dimana pergerakan lengan secara berulang2 dalam jangka waktu yg cukup lama. contoh: mereka yg menggunakan mouse dalam pekerjaan sehari2, pergerakan lengan ke kiri dan kanan dlm jangka waktu yang cukup lama, selama berhari hari, juga dapat mengakibatkan tendon membengkak yang bila dibiarkan akan mengarah kepada CTS.

oke, demikian secara singkat CTS dan kaitannya dengan latian dan warming up kita sehari2.
Buat mereka yg menggunakan mouse dalam intensitas tinggi saya sarankan lakukan pelemasan lengan dan tangan sebelum bekerja dan saat ditengah2 bekerja lakukan pelemasan lagi.

semoga bermanfaat.

PS : ada beberapa keadaan sebagai akibat dari latihan yang rutin, seperti CTS, dan kuping yang berdenging, pola detak jantung dll. kita akan bahas dilain kesempatan.
Jangan lupa lindungi kuping saat latihan, terutama para drummer (termasuk saya sendiri, sering lupa pake earplug kl latian) : )

Admin
Admin

Posts : 7
Join date : 2009-08-25
Age : 44
Location : Jakarta

View user profile http://tripletbox.wordpress.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum